Setelah sekian lama ga posting lanjutan tutorial DJ part 1 sekarang akan kembali kita bahas seluk-beluk dunia per-DJ-an hehe.. ok,.selanjutnya kita masuki bagian-bagian dari lagu yang diantaranya ada Intro, Reffrain dan Ending,. Intro,definisi dari Intro adalah awal dari sebuah lagu (bunyi-bunyian pertama pada saat kita memutar lagu), lalu ada Reffrain yang bisa juga disebut klimaks / puncak dari sebuah lagu dan biasanya selalu terjadi pengulangan pada bagian ini,. Dan Ending sesuai dengan namanya berarti akhir, disini berarti akhir dari sebuah lagu..
Selain dari bagian-bagian sebuah lagu ada juga yang disebut “Bar” yang merupakan pedoman ataupun satuan dalam teknik hitungan DJ,ada bermacam-macam pola atau hitungannya, sebagai contoh bunyi Duk dan Tak,. Ups tunggu dulu.. sekilas tentang Duk dan Tak tadi, Duk dan Tak dapat disebut Beat bunyi Duk dan Tak merupakan bagian dari sebuah komposisi musik baik lagu yang memiliki nada Duk Tak ataupun tidak berbunyi Duk Tak,bingung?? Gini, intinya Duk dan Tak tetap kita terapkan sebagai tempo dalam sebuah lagu walaupun lagu tersebut hanya suara vocal saja,. Oke lanjut lagi,. Kembali ke Teknik Hitungan Bar ada beberapa macam, aq coba kasih contoh teknik hitungan 1 Bar empat ketuk seperti ini : Duk Tak Duk Tak = 1 Bar yang berarti didalam 1 Bar terdapat 4 ketukan yakni Duk Tak Duk Tak tadi,. Gimana?? Ngerti kan??
Jadi kalo dalam Intro sebuah lagu ada 24 Bar berarti ada 24 x 4 ketuk = 96 ketuk didalamnya, begitu juga apabila ada 24 Bar pada Ending sebuah lagu berarti memiliki 96 ketuk pada bagian akhir lagu tersebut, dimana setelah dan sebelum bagian atau part Bar tersebut dapat dipastikan adalah bagian Reffrain yang merupakan sisi klimaks atau inti lagu tersebut..
Kita dapat menentukan mana yang dikatakan Intro berdasarkan bunyi Beat yang pertama yakni bunyi Duk, selanjutnya kita dapat mulai menghitung banyak jumlah Bar pada lagu tersebut dari awal hingga akhir untuk kemudian mencari dimana bagian Reffrain dan dimana bagian Ending, sebagai acuan kita ke tahap berikutnya yakni pengaturan tempo lagu atau sering disebut penyesuaian Pitch Control yang pasti akan aq jelaskan pada postingan berikutnya,. Hehe.. okeh..
Rabu, 17 Desember 2008
TUTORIAL DJ PART 2
tUTORIAL BELAJAR DJ

Sebelumnya aku cerita sedikit bahwa aku juga pernah skul DJ di jakarta tepatnya di Biz Mixing DJ School Jakarta lulusan taon 1999,udah lama banget ya? hehe.. nah Disini aku mau bagi-bagi pengetahuan dan coba-coba bahas materi tentang DJ,buat kamu yang tertarik dengan salah satu seni modern ini bisa ngikutin karena akan aku posting part by part okay? Pada dasarnya nge-DJ ga jauh beda dengan nge-band yaitu keduanya sama-sama mengeksplorasi musik,benar kan? Hanya bedanya DJ dilakukan sendirian sementara band maen keroyokan,hehehe… yang pastinya tanggung jawab seorang DJ sangat besar terhadap audience (kalo band bisa aja lempar kesalahan pada personel lain,salah bassislah atau salah gitarisnyalah,ya kan? Pasti kamu pernah ngalamin,ayo ngaku!! Jangan bo’ong hehe..) dan yang enaknya honor DJ tuh ga dibagi-bagi kayak grup band,jadi ya cuma buat dia sendiri,setimpal kan dengan tanggung jawabnya? Sekarang kita mulai dari Media Lagu,media lagu ada 2 (dua) jenis yakni berbentuk Piringan Hitam atau biasa disebut PH dan CD,perbedaannya PH diputar menggunakan alat khusus yang disebut Turn Table,alat ini berbentuk kotak dan memiliki jarum untuk menghasilkan bunyi dari PH yang berputar,saat ini tidak banyak DJ yang menggunakan alat ini untuk memutar lagu namun hanya sebagai pelengkap “scratch”. Selanjutnya pemutar CD dalam dunia “ajeb-ajeb” hehe.. disebut CDJ yang pastinya gabungan dari kata CD dan DJ,bentuknya macam-macam,ada yang seperti VCD Portable ada juga yang berbentuk kotak dengan “pintu CD” diatas,masing-masing punya kelebihan dan kekurangan,tapi saat ini mayoritas para DJ memilih jenis terakhir untuk memutar lagunya. Alat selanjutnya adalah Mixer,upss.. tapi bukan mixer pengadon kue lho..haha.. alat ini fungsinya mencampur / menggabungkan lagu atau sound,bentuknya rata-rata sama,yakni kotak persegi panjang,biasanya ditempatkan ditengah-tengah antara CDJ / Turn Table,terdapat banyak tombol di mixer yang antara lain Equalizer yang mewakili pengaturan Low High Middle dan Gain,juga ada Crossfader,Switch Line,Balance dan banyak lagi yang pastinya tersedia untuk meng-customize sesuai selera sang “komandan” demi menghasilkan sound yang maksimal dan enak didengar. Disamping alat tersebut ada 1 (satu) alat yang sangat vital dalam mendukung kinerja seorang DJ yakni Headphone,ya headphone memang kecil dan terkadang sepele bagi anak band tapi bagi seorang DJ tanpa alat tersebut dapat dipastikan pekerjaan seorang DJ tidak akan maksimal,kenapa? Karena headphone digunakan DJ untuk mencari,mendengar dan me-review lagu sebelum di “launch” nah,kebayang gak kalo DJ tanpa headphone? Lain halnya dengan Microphone yang bukan alat wajib bagi DJ karena DJ bukan melulu bercuap-cuap layaknya penyiar radio tapi hanya sesekali seperti mengucapkan welcome pada para audience atau menyapa para audience bahkan mungkin saja dipakai untuk ekspresi sang DJ dalam memancing semangat audience,jadi kesimpulannya microphone hanya termasuk dalam kategori pelengkap bagi seorang DJ saat ini. Nah sudah tau kan garis besar tentang DJ dan alat-alatnya? Jadi setidak-tidaknya dapat mempermudah memahami materi pada postingan berikutnya,so pelan-pelan asal menguasai.
Senin, 08 Desember 2008
APAKAH MUSIK HIP HOP ITU??
Tapi coba saya menjawab dengan definisi saya sendiri. Musik hip hop adalah salah satu genre musik di mana para pelakunya melantunkan vokal mereka di atas musik instrumental, sambil kerap kali mengulang-ulang frasa tertentu (repetisi sebagai hook/chorus lagu).
Seperti yang kita lihat di jaman sekarang, ada yang bisa mencampur adukkan musik ini dengan rock, r&b, sampai keroncong! Tapi benang merah utamanya tetap ada. Entah sang vokalis melantunkan lirik puitis, bacotan marah-marah atau bernyanyi merdu. Selama ada unsur repetisi/pengulangan yang jelas (terutama di chorus), musik ini masih bisa dikategorikan hip hop! Itu tentunya kalau sang artis berkenan untuk disebut sebagai seorang artis hip hop.
Musisi reggaeton, walaupun mengadopsi banyak varian karakter musik hip hop itu sendiri, tapi menolak disebut sebagai hip hop. Mereka memilih disebut musisi reggaeton. Tapi nanti saja kita bahas reggaeton...
Selanjutnya, dengan berkembangnya waktu para produser musik hip hop berkreasi dengan memanipulasi banyak sound instrumen untuk menghasilkan karakter yang unik. Dengan terbatasnya fasilitas, banyak yang akhirnya menggunakan teknik sampling lagu lain sebagai bagian dari musiknya. Yang paling terkenal saat ini menggunakan sampling di dalam lagunya adalah Kanye West. Lagu "Thru The Wire" yang merupakan cover/remix version lagu James Ingram menjadi salah satu karya yang membawa dia merebut Grammy award. DJ Premier adalah salah satu produser yang jago sampling menurut saya, bersama dengan Alchemist & Pete Rock.
Di abad ke-21 ini, tidak hanya para pelantun musik rap saja yang dikategorikan hip hop. MTV kerap kali memasukkan artis-artis seperti Pussy Cat Dolls (PCD) di dalam tangga lagu hip hop nya. Lagu-lagu PCD memang banyak yang diproduksi Timbaland, salah satu produser musik hip hop ternama, tapi banyak juga pihak yang kurang setuju. Well, kalau soal yang satu ini sih, terserah anda, saya hanya menampilkan fakta lewat blog. Hueheheheh...
Berikut ini beberapa poin yang gue pelajari selama gue manggung selama ini.
Bukan karena gue yang terbaik, tapi karena gue mau share. Dan kadang-kadang gue juga masih suka salah, lupa lirik dan nggak asik kalo manggung
1. Latihan.

Kalo ini manggung pertama elo, atau masih awal-awal elo mulai manggung, latihan itu perlu banget. Entah dalam grup, rap solo, atau pakai band (apa lagi pakai band!). Dengan latihan elo bisa ngetes apa elo cukup hapal lirik lagu yang mau dibawain, apa elo kompak dengan temen-temen satu grup, dan yang paling penting, tahu apa napas elo cukup kuat untuk bawain lagu sendiri (karena waktu kita buat lagu, take vocal verse 16 bar bisa ditake dua kali 8 bar/4 kali 4 bar, tapi waktu manggung live, belum tentu napas bisa semirip hasil rekaman). Latihan berkali-kali sebelum manggung (terutama kalo elo perform group) biasanya justru punya nilai tambah tersendiri. Elo jadi tau selah di mana elo mungkin perlu ngambil nafas, dan temen satu group elo bisa ngambil potongal lirik di mana elo perlu bernafas. Selain itu biasanya dengan latihan, elo nemu satu variasi unik dalam membawakan lagu. Misalnya lagi bawain chorus lagu, iseng-iseng buat gerakan bareng, atau penekanan di bagian lirik tertentu yang berbeda dengan lagu rekaman, tapi bisa punya hasil lebih nampol terhadap respon penonton. Di masa latihan ini, nggak ada salahnya juga kalo elo siapin apa yang harus dibuat kalo ada malapetaka dengan soundsystem, atau cd lagi ngadat. Bisa dengan freestyle (kalo bisa) atau hapalin lirik khusus yang sesuai di segala situasi untuk dibawain kapanpun (lebih baik kalo elo ngegrup dan punya temen yg bisa beatbox)
2. Siapkan CD manggung dengan tepat.

Seperti judulnya, tips ini dimaksudkan buat pemula, jadi gue berasumsi bahwa rata-rata pemula nggak langsung perform dengan DJ turntablist. Waktu Saykoji masih manggung di awal-awal dulu juga pakai cd (bahkan pernah kaset!) doang, dan menyiapkan cd minus one sebaiknya hati-hati.
-Siapkan lebih dari 1 cd. Sebaiknya elo siapin 2 cd. Satu untuk latihan, checksound dan manggung, satu lagi untuk jaga-jaga. Kalau mau nyiapin sampai 3 cd juga nggak papa, asal jangan cuma bawa 1 cd.
-Burn cd dengan baik, di cd yang baik. Jangan pakai cd murahan yang nggak ada labelnya. Elo
-Kalo bawa lebih dari satu lagu, pastiin semua ada di satu cd. Kalo elo manggung di acara hiphop rame-rame (semacam hiphop asongan), dan elo bawa 4 cd, lagu pertama di cd ini, lagu ke dua track 4 di cd 2, lagu ke tiga track 7 di cd 3, wahhh… ribet yang harus muter cd. Ntar kalo dia salah puter gara-gara ada 10 group yang masing-masing minimal punya 3 cd minus one jangan salahin yang muter lagu ya.. Dan pastiin cd elo dikasih nama dan track yang mau dibawain.
-Jangan pakai cd yang sama berulang-ulang. Namanya sebuah barang, pasti ada umurnya. Kalo udah 3 tahun elo manggung pake cd yang sama pasti lama-lama ada baretnya. Jadi jangan salahin yang play cd kalo cd elo skip, atau nggak kebaca. Sekali lagi, elo mau manggung ditonton orang, bukan kodok. Kualitas tetap jadi hal utama
3. Kalau bisa, minta CHECKSOUND!!!

Walau elo pemula, tapi nggak ada salahnya bersikap profesional. Memang di acara semacam hiphop asongan mungkin nggak bisa checksound. Tapi kalo di acara lain, misalnya campus night kampus ente, trus dapet kesempatan manggung. Tanya ama panitia, gue bisa dapet jadwal checksound nggak? Atau manggung di pensi internal sekolah elo/adik elo, atau ulang tahun teman.
Seperti namanya, checksound berarti elo ngecek sound yang akan lo pake perform. Apakah volume mikropon dan musik cukup jelas. Vokal nggak terlalu gede, dan musik nggak menutupi suara dari mikropon…
Dan dengan checksound di venue di mana elo bakal manggung, lo bakal punya kesempatan untuk mengira-ngira, seperti apa suasana dan kondisi waktu acara udah dimulai dan elo harus manggung. Karena masih pemula, nggak mungkin minta sound engineer nya untuk mengurusi elo secara professional, tapi minimal kenali posisi-posisi di mana mikropon elo bakal berdenging (feedback), dan kalo lo bisa, beliin sound engineernya rokok satu kotak. Dia nggak bakal langsung secara detil ngurusin sound elo, tapi minimal dia juga akan ngerasa ’sedikit’ nggak enak kalo biarin sound elo jelek.
4. Percaya Diri.

Jadi elo udah latihan, udah siapin cd dengan baik plus checksound (dan menyenangkan hati sound engineer). Dalam beberapa saat elo bakal manggung. Jangan lupa berdo’a kalo punya kepercayaan. Inget kalau talenta elo ngerap itu datangnya dari yang Maha Kuasa. Jadi jangan lupa serahkan jalannya performance elo ke tangan Dia.
Selanjutnya, elo udah ada di samping panggung, penonton udah mulai ada dan elo mulai ngerasa gugup. Itu wajar, gue juga masih sering banget gugup kalo mau mulai manggung. Nervous man, gile orang segini banyak mesti gue control dari atas panggung.
Yang gue lakukan biasanya menenangkan diri gue, dan inget bahwa gue bakal melakukan yang terbaik yang gue bisa. Gue tau gue bukan ahli orasi, tapi karena lagu yang gue buat udah gue hapal mati, dan gue pengen mengekspresikan diri gue lewat lagu ini, kenapa gue harus pusing apa pendapat orang? Inget aja, elo udah kerja keras dengan buat lagu, latihan, siapin cd dan checksound. Kerja keras sejauh itu pasti dibela sama Tuhan. Dan kalau elo terlihat percaya diri di hadapan penonton, wahhh mereka juga lebih enak dikontrol untuk goyang-goyang dan angkat tangan.
Misalnya sound system tiba-tiba mati, atau musik berhenti, dan mikropon masih nyala.. tenang…. Elo
5. Jalannya performance/show elo.
![]()
Okey, musik udah dimulai, penonton udah mengantisipasi. Biasanya musik hiphop memang punya kekuatan tersendiri untuk menyedot penonton ke bibir panggung. Pada dasarnya orang mungkin nggak ngerti isi lirik elo, tapi mereka menikmati
Hal-hal yang harus diingat:
-Jangan membelakangi penonton. Biasanya kalo udah lupa lirik dan nggak pede, banyak yang suka ngebelakangin penonton. Jangan gitu, nanti penonton merasa nggak dihargai, atau mereka justru sadar elo tuh nggak pede manggung
-Interaksi sama mereka. Di lagu-lagu gue biasanya ada part di mana di tengah lagu ada skit (kayak di lagu jomblo, nama saya kisrun, dari tegal.. blablabla) Nah itu kan nggak mungkin gue ucapkan pas perform, di bagian ini biasanya gue akalin dengan interaktif sama penonton.. 8 bar yang kosong gue pake dengan teriak, "Say hooo…!!" terus penonton ikut "Hooo..!" Dengan cara ini, penonton ikut merasa jadi bagian performance elo, dan mereka yang mau ngebales ajakan interaksi elo adalah orang-orang yang benar-benar mengikuti musik elo.
-
6. Keep the pace & enjoy!!

Segala sesuatu udah berjalan baik, penonton bisa menikmati, sekarang saatnya untuk elo juga menikmati… Jangan mentang-mentang tulisan gue ini elo hapalin dan di atas panggung nantinya lo malah jadi kayak orang lagi inget hapalan waktu ujian ebtanas/umptn. Nikmati panggung, penonton, geraklah ke kiri dan kanan panggung. Kalau ada banyak penonton di sebelah kiri/kanan penontong yang ngangkat tangan mereka mengikuti perform elo, hampirin mereka. Supaya mereka juga merasa dihargai. Jangan sampai elo kaku dan stick di tengah panggung.. Dan kalau elo bawa lebih dari satu lagu, jangan berhenti terlalu lama ceritain curhatan dan kisah hidup elo.. Berhenti untuk napas, sapa penonton, puji mereka dan get on with the next song!!
Terakhir, setelah manggung, jangan kayak orang sombong, langsung cabut gitu aja. Ucapkan terimakasih sama penonton, and bow your head down… stay humble, supaya mereka juga bisa tetap suka ama elo…
Yah sejauh ini itu dulu… hehehehhe panjang banget ye… moga-moga bisa jadi masukan.
from saykoji.